Jumat, 22 November 2013

Teknik Mengarsir Menggunakan Pensil



Mengarsir merupakan bagian terpenting dalam menggambar realistis. Arsiran yang bagus dapat memberikan berbagai texture dalam gambar. Di artikel ini saya akan menjelaskan teknik dasar mengarsir.


Selain pensil alat yang dibutuhkan pada saat mengarsir yaitu alat blendingnya (alat untuk meratakan/ mencampurkan arsiran) seperti torrtilon, blending stump, atau yang mudah di dapat seperti tissue, kapas, dan cotton bud. Alat alat nya bisa kalian lihat disni >>

Sebelum di blending
Sesudah di blending












Hal pertama yang harus diperhatikan adalah pensilnya harus selalu runcing agar hasil arsirannya lembut dan merata. Karena kertas memiliki texture yang bergigi, jika mengarsir dengan pensil yang tumpul ujung pensil tidak akan menyentuh bagian terdalam dari kertas, hanya bisa menyentuh permukaan luarnya saja.



Nah, agar gambar terlihat realistis. Arah arsiran harus sesuai bentuk objek. Agar gambar yang dihasilkan tidak terlihat begitu flat. Seperti gambar dibawah ini.



Lalu ada beberapa teknik mengarsir yang biasa digunakan artis professional. 


Dari gambar di atas kita bisa melihat ada tiga macam cara mengarsir. Yang pertama itu arsiran biasa(hatching), lalu yang kedua yaitu arsiran dengan membentuk bulatan2 kecil (scribbling), biasanya cara mengarsir seperti scribling dilakukan untuk menghasilkan texture kulit, dan yang ketiga yaitu teknik crosshatching.
Scribling
Gambar di atas merupakan contoh lebih jelas teknik mengarsir dengan cara membuat bulatan bulatan kecil yang tidak beratusan.
crosshatching
Gambar di atas merupakan contoh jelas bagaimana membuat arsiran crosshatching.
Stippling
Masih ada satu lagi cara mengarsir yaitu Stippling, Ini adalah cara mengarsir dengan memberikan titik titik, dan untuk memberikan value warna yang berbeda yaitu bisa dengan merapatkan atau merenggangkan (jarang) pengisian titik nya.

Teknik ini memang jarang digunakan tapi familiar dikalangan seniman profesional. Karena teknik ini cukup susah dan membutuhkan waktu yang lama, dan ketelitian yang tinggi agar menghasilkan lukisan/gambar yang indah dengan menggunakan teknik ini. 

Selasa, 19 November 2013

Pensil Potret – Menggambar mata

Step 1 - The Line Drawing
Langkah 1 – Garis luar mata
Pengamatan dari dekat sangat penting ketika memulai menggambar garis mata. Anda harus memberikan perhatian khusus pada perbedaan bentuk antara atas dan kelopak mata bawah. Setiap mata unik dan semakin akut pengamatan Anda , semakin semakin akurat kemiripan yang akan Anda raih.
Step 2 - Drawing the Iris
Langkah 2 – Menggambar Iris
Anda harus mencatat bagaimana kelopak mata bagian atas mencakup bagian atas iris. Kebanyakan pemula menarik iris terlalu kecil dan mencoba untuk memasukkannya dalam putih mata. Bagian bawah iris biasanya duduk di atau sangat sedikit di bawah kelopak mata bawah.
Step 3 - The Eyeball
Langkah 3 – Permukaan mata
Ada dua elemen utama yang perlu dipertimbangkan ketika menggambar permukaan kaca mata:
1. Sebuah kilatan terang dari cahaya yang dipantulkan harus dibiarkan seperti kertas unshaded pada awal gambar tonal. Ini akan menjadi elemen paling terang di mata. Refleksi ini lebih ditingkatkan oleh kontras dengan murid – elemen paling gelap di mata.
2. Iris berisi berbagai nada dan bintik-bintik yang menyebar ke pusat murid. Ini biasanya lebih gelap di sekitar tepi luar dan mencerahkan menuju pusat yang menciptakan efek tembus.
Step 4 - The Eye Socket
Langkah 4 – Socket mata
Langkah terakhir adalah untuk membuat soliditas dari rongga mata dan daerah sekitarnya menggunakan nada lulus.
The kelopak mata atas melemparkan bayangan yang membentuk kurva gelap di bagian atas dari bola mata. Ini secara bertahap melembutkan ke daerah yang diarsir di setiap sudut mata.
Shading Lulus digunakan untuk menutupi detail garis dan membangun nada kelopak mata dan daerah sekitarnya.
Alis dan bulu mata yang dibentuk oleh lembut, rambut halus, sehingga menarik ringan ini dan membayar perhatian khusus ke arah pertumbuhan mereka.

Potret Pensil – Menggambar Telinga

Step 1 - The Line Drawing
Langkah 1 – Menggambar Jalur
Telinga adalah pengaturan rumit dari riak dan lipatan daging.
Anda perlu untuk mengatur bentuk yang tidak teratur ke dalam beberapa bentuk dasar yang mudah untuk menguraikan.
Anda kemudian dapat menggunakan kerangka linear untuk secara bertahap membangun bentuk kompleks dengan nada.
Step 2 - The Basic Tones
Langkah 2 – Nada Dasar
Menyederhanakan struktur tonal menjadi tiga bidang:
1. Daerah yang sebagian besar bercahaya – Tinggalkan yang unshaded ini.
2. Daerah yang sebagian besar gelap – Shade ini dengan nada mid-.
3. Daerah yang sangat gelap – Shade ini dengan nada gelap.
Step 3 - The Final Tones
Langkah 3 – Nada Akhir
Melihat secara mendalam ke setiap bidang nada dan mencoba untuk menangkap variasi halus yang terletak dalam.
Anda mungkin harus menggelapkan beberapa daerah cahaya dan meringankan beberapa daerah gelap untuk mencapai keseimbangan nada.
Gambar tonal hanyalah sebuah tindakan penyeimbangan antara unsur-unsur cahaya dan bayangan.
Bahkan, gambar semua adalah keseimbangan konstan antara pengamatan Anda, konsentrasi Anda, penilaian Anda dan teknik Anda.

Potret Pensil – Menggambar Hidung

Step 1 - The Line Drawing
Langkah 1 – Menggambar Jalur
Hidung dibentuk oleh serangkaian pesawat melengkung. Hal ini membuat sulit untuk menggambar karena ada garis sangat sedikit untuk membantu kita menggambarkan bentuknya.
Mulailah dengan menggambar apa yang Anda lihat, yaitu tepi bagian dalam dan luar dari lubang hidung. Kemudian cobalah untuk menguraikan bidang utama nada yang menentukan pesawat dari hidung.
Menggambar ini dengan tipis seperti yang Anda inginkan agar terlihat tipis di bawah naungan shading Anda pada tahap berikutnya dalam gambar.
Step 2 - The Basic Tones
Langkah 2 – Nada Dasar
Sederhanakan shading Anda menjadi tiga wilayah tonal dasar – gelap, sedang dan ringan (putih kertas).
Blokir di setiap bidang hidung dengan nada yang sesuai. Ini harus mulai untuk membuat dalam bentuk tiga-dimensi.
Step 3 - The Final Tones
Langkah 3 – Nada Akhir
Hati-hati menyempurnakan kekuatan dan kehalusan nada, melembutkan garis-garis yang bergabung setiap pesawat dengan daerah lulus dari shading.
Anda harus melihat lebih dekat pada tahap ini untuk mencoba untuk membedakan variasi samar bayangan dalam setiap wilayah nada. Ini adalah pengamatan dekat yang akan membawa gambar Anda ke tingkat berikutnya.

Pensil Potret – Menggambar Mulut

Step 1 - The Line Drawing
Langkah 1 – Menggambar Jalur
Mulut adalah fitur yang paling ekspresif kedua dari wajah. Perhatian lebih harus diambil dalam menggambar bentuknya karena merupakan elemen kunci dalam mencapai kemiripan.
Mulailah dengan menggambar bentuk halus dari garis yang terbentuk sebagai bibir bertemu. Ini akan menciptakan sebuah ekspresi alami untuk mulut.
Bibir atas memiliki busur karakteristik bentuk yang bervariasi dari orang ke orang. Bibir bawah biasanya lebih besar dari bagian atas dan lebih berkerut dengan garis-garis vertikal peregangan.
Step 2 - The Basic Tones
Langkah 2 – Nada Dasar
Bibir atas lereng ke dalam dan biasanya lebih gelap dalam nada seperti yang berbayang dari cahaya.
Bibir bawah lebih berdaging dengan struktur otot yang lebih kuat. Hal ini cenderung untuk menangkap cahaya dan selanjutnya dibedakan oleh bayangan bawah bentuk cemberut nya.
Step 3 - The Final Tones
Langkah 3 – Nada Akhir
Pada tahap akhir menggambar mulut, nada digunakan untuk melunakkan tepi dan menyempurnakan detail. Bukan hanya itu menonjolkan tekstur permukaan kulit, tetapi juga harus membuat Anda lebih menyadari struktur otot yang terletak di bawahnya.
Ada pelunakan halus di sekitar tepi bibir yang membantu mereka untuk berbaur nyaman ke wajah. Perhatikan bagaimana detail di setiap sudut mulut berdifusi ke daerah kecil nada.

Portrai Drawing

Tutorial Portrait - Step by Step

Kalo melihat gambar ini..... mungkin ada yang bertanya2, ini gambar pensil beneran ato foto hitam-putih ya..?? ^_^. Abisnya emang bener2 keliatan real ya... Pasti pengin kan bisa gambar kayak gini. OK.... simak postingan ini baik2 ya....

Di postingan sebelumnya sudah pernah aku muat tentang tutorial menggambar portrait, tapi yang membedakan kali ini dibahas step by step disertai gambar (bukan video). Thx buat Brian Duey yang udah membagi tutorial ini.

Oh iya... gambar berikut menggunakan Pensil Gambar 2H sampai 7B dengan model Kelly Monaco.






Outline

Step 1 - Pertama gambar outlinenya. Terserah pake grid atau teknik bebas. Kalo pengin lebih cepat dan tepat, disarankan pake grid. Outline jangan terlalu hitam, jadi pensil HB lebih cocok. Pelan2 aja...perhatikan proporsinya, karna dengan outline ini kita dah bisa liat gambar mirip apa gak.

Tip - Jangan menggunakan pensil yang terlalu keras (seperti 5H, 2H) untuk outline atau grid. Karna akan membekas saat shading.




















Rambut

Step 2 - Langkah selanjutnya pada rambut. Usahakan menggambar dari atas ke bawah, kiri ke kanan, seperti membaca. Supaya tidak merusak gambar. Perhatikan arah rambutnya, arsir sesuai arah rambut. Pensil 3B dan 7B cocok untuk rambut yang hitam. Pensil 3B untuk membuat detail, sedangkan pensil 7B untuk menghitamkan dan menambah kontrast.



















Step 3 - Masih tetap pada rambut. Pelan2 dan jangan tergesa2, ini adalah bagian detail yang akan membuat karya kamu beda dengan yang lain. Pengerjaan rambut ini bisa memakan waktu yang cukup lama, seperti halnya wajah. Perhatikan bahwa rambut terlihat dari pekat tidaknya, bukan garis. Jadi kalo hanya goresan garis2 biasa, rambut hanya akan tampak rata dan tidak seperti rambut sebenarnya. Gunakan pensil 3B, gambar bagian gelap di sekeliling bagian yang terang, lalu mengarah ke bagian yang terang. Jadi yang perlu diperhatikan adalah keseimbangan dari gelap, setengah terang ke terang. Kalo itu udah bener2 diterapkan...hasilnya wow... ^_^











Step 4 - Masih pada rambut. Bagian yang akan dikasih shading adalah dahi, jadi bagian rambut yang yang mengelilingi dahi dibuat sehitam mungkin. Ini juga ditujukan untuk memberi efek yang real pada wajah nantinya. Jangan kaget kalo pengerjaan rambut pada gambar ini butuh waktu 6 jam, dan itu masih belum setengahnya.










Dahi

Step 5 - Saat pengerjaan wajah ini, cari dulu bagian wajah yang paling terang. Kalo sudah menemukan, kasih outline tipis pada area itu. Biasanya bagian ini ada pada dahi, pipi, ujung hidung, bibir bawah, dan dagu. Pada gambar inik, bagian yang terang juga ada di dahi. Jadi arsir tipis bagian itu, kemudian bisa diperhalus dengan tissue.

Tip - Texture wajah bisa dibuat dengan teknik circulism (arsiran melingkar) atau dabbing (dengan menggunakan penghapus di area yang dishading)











Step 6 - Semakin jauh dari bagian yang terang, arsiran akan semakin hitam. Bisa menggunakan teknik gradient dari bagian yang terang dan semakin hitam menuju ke rambut. Arsiran sekitar rambut sangatlah penting.
Tip - Ambil waktu sejenak buat break. Kasihan mata kita kalo melototin gambar terus menerus yang bisa pengaruhi pikiran. Jadi menggambarlah beberapa waktu, terus istirahat, dan kerjakan kembali saat mata sudah kembali segar.

















MATA

Step 7 - Sekarang kita beralih ke mata kiri. Liat di Tutorial cara menggambar mata ya. Pertama2 gunakan pensil 3B di bagian iris nya, lalu mengarh ke luar. Biasanya ada pantulan cahaya di mata, jadi arsir disekelilingnya. Lebih baik gambar lebih besar dulu, kemudian perlahan2 arsiran ditambah untuk memperkecilnya. Semakin hitam area disekitar pantulan cahaya ini, membuat mata seakan lebih bersinar. Kemudian hitamkan bagian dibawah kelopak mata bagian atas, ini menggambarkan bayangan dari kelopak mata. Hitamkan juga tengah mata untuk menggambarkan pupilnya. Bagian putih mata sebenarnya tidak benar2 putih, jadi arsir tipis dengan Pensil H.


















PIPI KIRI

Step 8 - Kita beralih ke pipi kiri. Awali dengan bagian yang paling terang, arsir tipis2 dengan Pensil H, dan perhalus dengan tissue. Lalu arsir daerah disekitarnya dengan Pensil B dan perhalus pertemuan kedua bagian itu. Seperti pada dahi, buat gradient dengan arsiran lebih gelap di bagian luar wajah.


















HIDUNG

Step 9 - Bagian ini mungkin akan sedikit sulit bagi pemula, tapi jangan khawatir karna sebenarnya sama dengan bagian lain. Kita hanya perlu memperhatikan terang dan gelapnya bagian pada hidung, supaya keliatan real. Pertama arsir tipis2 daerah yang terang dengan Pensil H, perhatikan juga bagian paling terang (ujung hidung) dan arsir daerah sekitarnya. Lalu pake pensil B, arsir bagian yang berdekatan dengan pipi.


















MATA

Step 10 - Kembali ke mata, tapi sekarang yang bagian kanan. Yach...sama persis seperti menggambar mata yang kiri tadi. Arsir bagian disekeliling mata yang lebih terang. Lalu arsir lebih tebal pupilnya dan daerah dibawah kelopak mata, untuk bayangan. Bulu mata juga, tapi jangan terlalu gelap. Dan usahakan agak random menggambarnya, karna tidak ada bulu mata yang sempurna, dan bahkan kadang renggang jaraknya. Bagian putih mata tetap menggunakan Pensil H.

Tip - Untuk menambah efek mata yang basah, tambahkan sedikit highlight di iris didekat kelopak mata.


















PIPI KANAN

Step 11 - Sekarang ke pipi kanan. Hampir sama seperti pada pipi kiri, jadi liat lagi diatas ya ^_^.


















RAHANG

Step 12 - Rahang. Gunakan pensil 3B dan ikuti garis rahang. Bagian yang lebih gelap pada rahang adalah menuju ke tepi. Jika objek gambar tersenyum seperti pada gambar ini, maka akan ada lipatan di wajah, jadi perhatikan itu juga. Lipatan ini akan lebih gelap. Sekarang ke bibir atas, gunakan pensil B. Pastikan rahang lebih gelap dari area highlight pada pipi dan hidung. Bayangkan cahaya berasal dari mana, di gambar ini cahaya berasal dari atas, maka dari itu ada bayangan di bawah hidung. Gunakan pensil 3B untuk bayangan ini.




















Step 13 - Saat mengerjakan wajah, jangan lupa juga rambutnya. Jadi kerjakan juga rambutnya kira2 sampai rahang dulu, ini dilakukan supaya tidak merusak bagian gambar yang sudah diarsir. Usahakan semua bagian diselesaikan sejajar. Tetap gunakan pensil 3B dan untuk bagian gelap pensil 7B.

Tip - Penghapus persegi akan berguna saat menggambar rambut ini, gunakan untuk menghapus bagian yang tidak diinginkan, menambah detail dan real nya gambar.





















Step 14 - Sekarang kita kembali ke bagian rahang dan mulut. Kali ini di bagian kanan. Diawali dengan bagian yang paling gelap searah garis rahang, sekali lagi perhatikan garis tertawa dan lesung pipi.


















BIBIR

Step 15 - Selanjutnya bibir. Bagian yang lebih gelap pada bibir adalah pada tepinyg, bibir atas selalu kelihatan lebih gelap dari bibir bawah. Kita gunakan pensil 3B untuk bibir atas, jadi gunakan pensil B untuk bibir bawah. Biasanya ada highlights di bibir bawah, jadi pastikan untuk tidak mengarsirnya. Dibawah bibir bawah, arsir bayangan dengan pensil 3 B.


















DAGU

Step 16 - Akhirnya kita sampai pada bagian akhir dari wajah yaitu dagu. Gunakan Pensil H untuk daerah highlight, lalu pensil 2B disekelilingnya jadi lebih gelap.


















LEHER

Step 17 - Tergantung darimana asal cahaya, mungkin akan ada bayangan dagu di leher. Seperti pada gambar ini. Gunakan pensil 3B pada bagian bayangan itu, untuk memperkirakan seberapa gelap bayangan, bisa dilihat bayangan yang ada pada wajah. Kira2 sama persis dengan bayangan dibawah hidung. Area Bayangan akan lebih gelap saat mendekati kedua tepinya. Saat ini kita juga bisa kerjakan bahu/pundak kiri. Untuk rambutnya, buat agar semakin ke bawah semakin terang, biar keliatan lebih artistik. Jadi gunakan pensil 5H. Usahakan sehalus mungkin gradient dari gelap ke terang.




















Step 18 - Selanjutnya bagian dada. Sesuaikan dengan rambut yang mengarah ke terang pada bagian bawahnya, jadi gunakan pensil H. Lalu tambahkan sedikit gelap pada bagian dekat rambut.



















Jadilah portrait Kelly Monaco.

Sekedar gambaran, untuk mengerjakan gambar ini Brian Duey menghabiskan lebih dari 20 jam selama beberapa minggu dengan mengerjakannya beberapa jam setiap saatnya. Tapi hasilnya memang benar2 keren ^_^.

Dan yang perlu diingat adalah ada banyak sekali cara/teknik menggambar, jadi jangan terbatas hanya belajar dari tutorial disini. Mungkin juga teknik2 disini tidak cocok untuk kamu, maka cari dan temukan yang paling pas buat kamu. Seni itu nggak kaku, jadi kamu bebas berekspresi ^_^.


Good luck